STIPER Flores Bajawa serahkan donasi ke korban Bencana di Malapedho

Banjir bandang yang menerjang kampung Malapedho desa Inerie kecematan Inerie kabupaten Ngada menimbulkan kisah pilu bagi keluarga maupun orang orang yang mendapat informasi ini melalui media sosial. 
Mendengar kabar bencana yang terjadi di Malapedho ini,  semua orang dan semua pihak bergerak cepat menuju lokasi.  Rasa kemanusiaan datang dari berbagai sudut mendengar ketika banyak rumah hancur dan masih ada korban yang masih dalam pencarian.
Lembaga STIPER Flores Bajawa juga ambil bagian dalam peristiwa memilukan ini. Setelah berkoordinasi gerak cepat,pukul 10 pagi ( 04/09/2021) tim langsung bergerak menuju lokasi membawa donasi seadanya sebagai langkah awal untuk mendukung pemulihan peristiwa duka ini.  Sedangkan tim yang lain di kampus bergerak cepat mengumpulkan donasi untuk diantar menyusul. 


Tim yang turun langsung ke lokasi didampingi oleh romo sekretaris RD. Paul Azi. 
RD. Paul menuturkan, kehadiran lembaga Stiper Flores Bajawa sebagai bentuk dukungan kepada semua saudara di desa Inerie yang mengalami dukacita mendalam ini. 
"Kami hadir bersama untuk mendukung semua saudara di Malapedho,  meskipun donasi awal yang kami antar ini masih seadanya dan akan segera menyusul setelah semua donasi terkumpul lagi, "katanya. 


Selain itu juga,  di kampus Stiper Flores Bajawa juga dibuka posko bantuan untuk menampung donasi dari sanak keluarga yang ada di Bajawa dna sekitarnya yang tidak sempat mengatar langsung ke Malapedho. 


Sementara itu secara terpisah Ketua BPD desa Inerie Bernadus Mau disela sela kegiatannya menyampaikan sangat berterimakasih kepada Stiper FB yang sudah datang langsung kelokasi dan melihat lebih dekat situasi yang terjadi. 








STIPER FLORES BAJAWA gelar PKKMB secara Online

 STIPER FB-26/08/2021.Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) merupakan serangkaian kegiatan untuk memperkenalkan kegiatan sehari-hari di dunia perkuliahan, mulai dari kegiatan akademik maupun non-akademik. PKKMB ini bertujuan agar mahasiswa baru dapat memiliki gambaran awal mengenai keseharian di kampus yang berbeda dengan kesehariannya selama di sekolah, agar nantinya dapat memanajemen waktu dengan baik, serta dapat menjadi mahasiswa dengan segudang prestasi dan kontribusi yang membanggakan.



Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru Stiper Flores Bajawa  yang bertemakan “ Menenun asa membangun bersama menuju bonnum commune” ini bertujuan agar mahasiswa baru dapat mempelajari kegiatan sehari- hari di kampus yang kegiatannya sudah berbeda dengan kegiatan keseharian di tingkat pendidikan sebelumnya. Kegiatan PKKMB Stiper Flores Bajawa dilaksanakan selama tiga (3) hari mulai dari tanggal 26 hingga tanggal 28 Agustus 2021. Kegiatan tersebut diikuti oleh 134 mahasiswa baru yang berasal dari dua jurusan yakni Agroteknologi dan Peternakan.  



Di hari sebelumnya juga diselenggarakan latihan bersama penggunaan aplikasi Zoom dan Google Class Room. Selain itu juga seluruh mahasiswa mengikuti vaksin covid 19.

Tujuan diselenggarakannya PKKMB Stiper Flores Bajawa yakni memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus, khususnya kegiatan pembelajaran dan kemahasiswaan. Mengenal dan memahami lingkungan kampus Stiper Flores Bajawa sebagai suatu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku didalamnya.  Memperkenalkan dan menambah wawasan mahasiswa baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di Stiper Flores Bajawa secara maksimal. 



Selama tiga,  mahasiswa baru mendapatkan materi yang disampaikan olrh pemateri dari dalam dan dari luar kampus Stiper Flores Bajawa. Materi yang disampaikan tersebut yaitu : Materi GCR dan Zoom oleh UPT Komputer IT dan Digital.Kebijakan Kampus Stiper Flores Bajawa oleh ketua Stiper Flores Bajawa Dr. Nicolaus Noywuli.Kebijakan Yayasan Persekolahan umat Katolik Ngada oleh RD.  Silverius Betu.Bela Negara,Bahaya Terorisme, Etika bermedia Sosial.  Informasi tentang Covid dan protokol Covid di lingkungan kampus Stiper Flores Bajawa.Pengenalan sistem pendidikan tinggi di Indonesia dan kebijakan kampus merdeka belajar kampus merdeka.  Perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0 dan kehidupan kampus di masa pandemi.  Kiat sukses dan motivasi belajar di perguruan tinggi serta pengembangan kewirausahaan mahasiswa dan Pengenalan Himpunan mahasiswa Prodi oleh pengurus HMP Stiper Flores Bajawa. Dengan disampaikannya materi-materi tersebut diharapkan mahasiswa baru dapat mengenal, memahami dan menambah wawasan dalam lingkungan kampus mulai dari lingkungan akademik dan nonakademik. 

Ketua Stiper Flores Bajawa Dr. Nicolaus Noywuli menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa baru yang sangat antusias mengikuti PKKMB menggunakan daring. 

" Kami sangat berterimakasih dan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang sangat antusias mengikuti PKKBM secara daring ini.  Meskipun ditengah keterbatasan karena pandemi tapi semua mahasiswa  bisa mengikuti kegiatan dengan baik"katanya.

****

Tim KID STIPER FLORES BAJAWA. 

Seluruh Mahasiswa STIPER FB terima Vaksin Astrazeneka

 Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa menggelar Vaksinasi Covid -19 untuk mahasiswa,pegawai dan dosen di aula Yasukda Ngada,( Selasa 24/08/2021).

Pelaksanaan vaksinasi kali ini, dari Puskesmas Kota menyediakan vaksin untuk peserta berjumlah kurang lebih 200 orang. Mereka disuntik dengan vaksin Astrazeneka. Hal ini disampaikan Benediktus Nikodemus Mei penanggungjawab Vaksin dari Puskesmas Kota Bajawa.


"Peserta ditargetkan untuk kurang lebih 200  jiwa yang merupakan mahasiswa semester I dan III juga para dosen dan pegawai yang belum divaksin", katanya. 

Peserta datang dengan membawa fotokopi KK dan KTP serta mencantumkan nomor yang aktif dan dapat dihubungi. Sama seperti pelaksanaan vaksin lainnya, peserta perlu melakukan skrining kesehatan terlebih dahulu, baru boleh divaksin," ujar Benediktus. 


Hermanus Dawa  salah satu mahasiswa semester III mengaku menyambut baik kegiatan vaksinasi Covid-19 yang dilangsungkan di lembaga Stiper FB. 
Ia berterima kasih kepada lembaga Stiper FB  atas terlaksananya vaksinasi ini.  Menurut dia, pendaftarannya mudah, serta menyeluruh untuk mahasiswa.
Sementara itu wakil ketua II Stiper FB Geradus Reo menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Ngada, DPRD Ngada, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada dan Puskesmas Kota yang telah memfasilitasi proses Vaksin Covid 19 di lembaga Stiper FB. 
" Kami sangat berterimakasih  kepada pemerintah kabupaten Ngada dan semua lembaga terkait yang telah berupaya agar proses pelaksanaan vaksin ini bisa terlaksana di lembaga Stiper FB, "katanya.

Tim KID STIPER FB 

STIPER FB dapat bantuan satu unit Traktor Roda Empat jenis Jonder

 Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa mendapat bantuan satu unit traktor roda empat jenis Jonder.  Bantuan ini merupakan aspirasi dari anggota DPR RI  Yohanis Fransiskus Lema,  SIP, M. Si yang diserahkan langsung  oleh Bupati Ngada di halaman kantor Bupati Ngada, 29/07/2021. Selain itu juga bantuan traktor roda empat juga diserahkan untuk seminari St. Yohanes Berkmans Mataloko.



Dalam arahannya Bupati Ngada Adreas Paru mengatakan bahwa penyerahan bantuan kepada STIPER FB dan Seminari ST.  Yohanes Brekhmans Mataloko ini dalam rangka suksesnya program  Tante Nela Paris untuk Tuka Tuku dan Teka. 


"Melalui anggota DPR RI bapak Ansy Lema kita mendapat dukungan yang luar biasa.Pemerintah kabupaten Ngada menyampaikan terimakasih banyak kepada bapak Ansy Lema  yang menempatkan sektor pertanian sebagai sektor unggulan untuk kesejahteraan masyarakat" katanya.  


Kepada lembaga Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa dan seminari st. Yohanes Brekhmans Mataloko untuk dimanfaatkan dengan baik,  dan semoga awal alat ini menjadi penyemangat untuk tetap optimis dengan kerjasama, kolaborasi dan bersinergi sehingga sektor pertanian tetap eksis. 

Sementara itu,  Ketua Sekolah tinggi Pertanian Flores Bajawa Dr. Nicolaus Noywuli mengatakan sangat berterimakasih kepada anggota DPR RI bapak Ansy Lema atas bantuan traktor.  Hal ini sangat mendukung kampus dalam pengembangan program studi Agroteknologi pertanian kedepannya. 
" Terimakasih kepada Bapak Ansy Lema dan pemerintah kabupaten Ngada yang telah mendukung lembaga Stiper Flores Bajawa," katanya. 

Himpunan Mahasiswa Peternakan STIPER FLORES BAJAWA resmi di lantik

 Himpunan Mahasiswa Prodi Peternakan Stiper Flores Bajawa periode 2021/2023 resmi dilantik oleh ketua Sekolah Tinghi Pertanian Flores Bajawa Dr. Nicolaus Noywuli di aula Stiper Flores Bajawa,  Jumad 30/04/2021. 



 ketua Himpunan Mahasiswa Prodi Peternakan Paskalis Alviano Cristo Wenga dalam sambutan usai pelantikan  mengatakan bahwa Memasuk era yang serba berubah ini menuntut semua orang mesti beradaptasi dengan hal hal baru dan salah satunya yakni sebagai mahasiswa. 
" kita memasuk era dimana gelar tidak menjamin kompetensi,  kelulusan tidak menjamin kesiapan berkarya dan akreditas tidak menjamin mutu. Hal hal inilah yang perlu disadari sehingga sebagai mahasiswa mesti tergabung dalam suatu wadah yang mampu menampung kreativitas untuk mengasah kemampuan, " katanya. 



Sambutan ketua prodi Peternakan Kristianus Ngiso Bhae mengatakan bahwa organisasi himpunan mahasiswa Program Studi ini menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas mahasiswa, membina karakter dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas diri menjadi pribadi yang unggul dan berdaya saing.
"Sehubungan dengan beroperasinya Stiper FB yang memiliki dua ptodi yakni Agroteknologi dan Peternakan maka dipandang perlu membentuk,mengangkat dan menetapkan organisasi intar kampus yaitu Himpunan mahasiswa Prodi serta badan pengurus HMP Peternakan,  untuk mewadai semua kegiatan ekstarkurikuler di dalam kampus guna menunjang tri dharma perguruan tinggi STIPER FB,"katanya. 


Sementara itu  ketua Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa Dr. Nicolaus Noywuli juga menyampaikan proficiat kepada para pengurus yang baru saja dilantik. 
"Ini merupakan organisasi intra kampus yang perdana untuk Stiper Flores Bajawa dan diharapkan mampu menjadi wadah yang mampu menampung segala kreativitas mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan dirinya bersama orang lain ",katanya. 
Pengurus Himpunan yang baru dilantik yakni Ketua Umum Paskalis Alviano Cristino Wenga,  Sekretaris Umum Anggelina Risky Tri Putri Duedan bendahara umum Maria Natalia Dhobe dan pengurus bidang Sumber Daya Manusia,  Budang Penalaran dan keilmuan,  Bidang bakat dan minat,  bidang pengabdian masyarakat dan bidang Komunikasi dan Informasi. ***

KID STIPER FLORES BAJAWA




STIPER FLORES BAJAWA mulai panen Jagung hasil Program TJPS

Kelompok Tani (Poktan) Program Tanam  Jagung Panen Sapi (TJPS) di kampus Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa mulai memanen jagung. Produktivitas rata-rata lahan jagung di wilayah desa Loa kecamatan Soa ini diperkirakan 5 ton per hektare pipil kering.


Ketua TJPS Stiper FB lahan Loa, Ayu Puspita (31/03/2021) menjelaskan dari 6 Hekto Are (ha) yang ditanam,sedikitnya 3 ha sudah dipanen,sedangkan sisanya sementara dalam proses panen. 
“dari 3 hektar jagung yang dipanen ini hasilnya  sementara diperkirakan sebanyak  15 ton. Hasil Panen jagung itu sebagian akan dibeli pengusaha untuk bahan baku makanan ternak,”ujar Ayu. 
Ayu Puspita mengatakan untuk program TJPS, Stiper FB menyediakan lahan seluas 15 hektar yakni di Turekisa sekitar 8 hektar dan di Loa 6 hektar. 


Dari pemerintah propinsi NTT membantu  Mesin Pipil,pupuk,pestisida  dan herbisida. 
"Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah propinsi NTT yang telah mendukung lembaga Stiper FB mulai dari pembukaan lahan hingga panen dan ini merupakan bagian dari  pembelajaran untuk lembaga kami yang sementara berproses menuju yang lebih baik, "Katanya. 
Untuk saat ini,  proses panen dibantu juga oleh kelompok tani dari desa Loa dan desa Masu Meli karena mengingat curah hujan di kecamatan Soa sangat tinggi sehingga mempengaruhi kualitas jagung uang di panen. 
Ayu juga mengatakan untuk pemasaran, pemerintah propinsi menyediakan pembeli namun dari lembaga Stiper FB  tetap mengusahakan untuk menjual ke pembeli lain bila tawaran lebih tinggi.
Rencananya sesudah tanah jagung ini,  lahan akan di kelola untuk menanam Jahe dan beberapa jenis tanaman lainnya. 


Sementara itu ketua Stiper FB Dr. Nicolaus Noywuli memberikan apresiasi kepada kelompok TJPS Stiper FB lahan Loa yang telah berproses mulai dari menanam hingga panen saat ini.  
" Apresiasi yang tinggi untuk kelompok TJPS Loa di bawa koordinasi Ibu Ayu Puspita yang telah berproses dengan baik mulai penyiapan lahan hingga proses panen, "Kata Nicolaus. 

Mahasiswa Peternakan Stiper Flores Bajawa Belajar tanam Rumput

 



Sebagai bentuk  pembelajaran bagi mahasiswa peternakan Stiper FB,  maka dilakukan penanaman beberapa jenis rumput sebagai persiapan bahan dasar pakan ternak. Demikian disampaikan Ketua Program Studi Peternakan Stiper Flores Bajawa Tian Ngiso ( 16/02/2021).
Dia juga menambahkan bahwa jenis-jenis  rumput yg di tanam adalah Rumput Hijau (Pennisetum purpureum),Rumput Raja atau King Grass (Pennisetum purpudoides),Rumput Setaria (setaria sphacelata),Rumput Brachiaria (Bhachria brizantha) dan Rumput Benggala (Panicum maximum).


Bibit tersebut disediakan sendiri oleh mahasiswa prodi Peternakan Stiper FB dan di tanam di lahan kampus di Turekisa. 
Tian juga mengatakan bahwa penanaman rumput ini juga merupakan bagian dari edukasi terhadap mahasiswa maupun masyarakat agar dalam memulai usaha ternak besar maupun kecil, mesti terlebih dahulu menyediakan bahan dasar pakan/ menanannya. 


"Pembelajaran ini lebih untuk memperkenalkan ke mahasiswa bahwa untuk menjadi peternak harus menyediakan pakan yang memadai dan minimal mengetahui tehnik mengolah pakan agar ternak yang dipelihara bisa berhasil sesuai yang kita inginkan,"katanya. 









6 Hektar Jagung milik STIPER Flores Bajawa terserang penyakit Hawar Daun


Sehubungan dengan pelaksanaan program tanam jagung panen sapi (TJPS) yang dicanangkan oleh Pemprov. NTT pada musim tanam 2020/2021, turut dilakukan oleh dua kelompok tani binaan Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB). Kelompok STIPER FB Turekisa mengembangkan jagung pada lahan seluas ±6 ha di Desa Turekisa Kecamatan Golewa Barat dan Kelompok STIPER FB Loa mengembangkan jagung di Desa Loa Kecamatan Soa seluas ±5 ha. 



Tujuan pengembangan jagung oleh kelompok tani STIPER FB melalui program TJPS adalah bertujuan ganda yang hendak diperoleh yakni selain produksi jagung juga sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa dan dosen STIPER FB. 

Dengan benih jagung varietas Lamuru dan perlakukan yang sama serta dilakukan dengan SOP dan dalam pengawasan PPL dan Pendamping Program TJPS, namun terdapat perbedaan, dimana pada kondisi jagung di lahan Loa walapun ada hama ulat dan tikus kondisinya baik dibandingkan dengan kondisi jagung yang terdapat di lahan Turekisa. 



Hasil investigasi/pengamatan lapangan oleh petugas POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) Dinas Pertanian Kabupaten Ngada pada Kamis 11 Februari 2021 menyimpulkan bahwa telah terjadi serangan penyakit HAWAR DAUN hampir seluruhnya pada luas tanam ±6 ha di kebun STIPER FB Turekisa.



Penyebab dan langkah antisipasi atau pengendaliannya disajikan berikut dengan merujuk pada renfensi yang ada: 

Penyakit Hawar Daun, sebagaimana dirilis oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI (https://m.facebook.com/Ditjentanamanpangan/photos ) bahwa Penyakit hawar daun pada jagung disebabkan oleh Helminthosporium turcicum. 

Kehilangan hasil akibat serangan penyakit ini mencapai 70%. Gejala awal serangan berupa bercak kecil, berbentuk oval kemudian bercak semakin memanjang berbentuk ellips dan berkembang menjadi hawar, warnanya hijau keabu-abuan atau coklat. Panjang hawar antara 2,5 - 15 cm dan bercak muncul mulai dari daun terbawah kemudian berkembang menuju daun atas, infeksi berat akibat serangan penyakit hawar daun dapat mengakibatkan tanaman jagung cepat mati atau mengering. Cendawan ini tidak menginfeksi tongkol atau klobot jagung. 

Cendawan ini dapat bertahan hidup dalam bentuk miselium dorman pada daun atau sisa-sisa tanaman dilahan. Pengendalian terhadap penyakit dapat dilakukan dengan menanam varietas tahan hawar daun anatara lain bisma, pioner dan semar. Selain itu perlu dilakukan eradikasi atau pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai ke akarnya pada tanaman terinfeksi bercak daun. Pengendalian kimia dapat dilakukan penyemprotan fungisida menggunakan bahan aktif mankozeb atau dithiocarbamate.

 

 


Selain itu juga kondisi lahan pada lingkungan yang basah dan lembab menjadi pemicu berkembangnya penyakit hawar daun dan mampu menimbulkan kerusakan berat hingga gagal panen, (https://www.corteva.id/berita/Penyakit-Hawar-Daun-Kerap-Menyapa-Tanaman-Jagung-Dimusim-Basah.html).

Hawar daun disebabkan oleh cendawan atau jamur, serangan penyakit hawar daun menyukai lingkungan lembab dan basah, penyakit ini memang dikenal memiliki daya rusak yang cukup tinggi.

 Pencegahan dan perlindungan secara kimiawi juga bisa dimulai saat muncul gejala serangan sampai tanaman jagung memasuki masa generatif, yaitu munculnya bunga jantan. Hawar daun biasanya banyak menyerang pada saat tanaman memasuki fase generatif, oleh karena itu penyemprotan fungisida dilakukan saat mulai ada gejala serangan sampai munculnya bunga jantan.



Benih jagung Lamuru adalah nama dari varietas jagung bersari bebas yang dirilis oleh Badan Litbang Pertanian tahun 2000. Jagung ini dirancang untuk wilayah-wilayah dengan kondisi lahan maupun iklim yang kering seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tengah dan sejumlah kabupaten lainnya di Indonesia,(http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/87917/Keunggulan-Jagung-Komposit-Varietas-Lamuru).

Tindakan pengendalian yang dilakukan oleh anggota kelompok STIPER FB Turekissa adalah dengan melakukan penyemprotan fungisida dithane pad hari ini  (Jumad 12 Februari 2021). 

 Penyemprotan fungisida di kebun Turekisa saat ini juga didampingi oleh petugas POPT, PPL Kecamatan Golewa Barat dan juga pendamping Program PJPS.

 

 Berikut foto tanaman Jagung dengan benih yang sama di lahan Loa kecamatan Soa.






 

 Bajawa, 12 Februari  2021 

 Dr. Nicolaus Noywuli,S.Pt., M.Si

(Ketua STIPER Flores Bajawa) 

STIPER FLORES BAJAWA TERBITKAN BUKU PERDANA

" Lembaga Perguruan Tinggi sebagai lembga ilmiah sudah semsetinya memulai kiprahnya dengan menghadirkan sebuah buku yang berbobot buah karyanya sendiri sebagai sebuah bentuk pertanggungjawaban awal kepada masyarakat. Buku ini menjadi saksi sejarah bagaimana STIPER FB bisa berdiri dengan segala suka dukanya" ( RD.Silverius Betu,S.Fill.,M.Han - Ketua yayasan Persekolahan Umat katolik Ngada ( Yasukda)



"Buku ini berisi penuturan para tokoh yang mengetahui dan ikut terlibat dalam perjuangan pendirian STIPER FB. juga, berisi pemikiran - pemikiran dan ragam pemotretan dari berbagai sudut pandang tentang STIPER FB. Hal- hal tersebut menjadi kekayaan untuk melengkapi khaanah isi buku ini, sehingga STIPER FB bisa menjadi lembaga pendidikan tinggi berbasis Pertanian terkemuka di wilayah Timur Indonesia ke depan. " ( Drs. Paulus Soliwoa, Bupati Ngada, 2019-2020)


" STIPER FB harus siap melakukan terobosan pendidikan pertanian dengan menjawab sejumlah tantangan. Tantangan yang sangat mungkin dihadapi dalam pembangunan daerah , khususnya pertanian di Indonesia adalah stigma daerah terbelakang ataupun daerah miskin yang tidak selalu obyektif," ( Hidayat pawitan,Ph.D.in Engineering, Profesor Hidrologi Sumber Daya Air Departemen Geofisika dan Metereologi FMIPA - Institut Pertanian Bogor ( IPB) Jawa Barat)

'Kehadirran buku ini sangat relevan dna menjadi tonggak awal dari kontribusi ilmiah STIPER FB kepada para mahasiswa, pemerintah daerah, dan apar pihak terkait isu-isu pertanian di Flores dan NTT. Dari hasil pemikiran kritis  dalam buku ini, para pihak diharapkan bisa mengetahui tentang peran startegis dari kehadiran STIPER FB dan isu - isu pertanian di Flores dan NTT", ( Prof.Dr.Andreas Lako,SE,M.Si., Guru Besar Akuntansi; Ketua Prrogram Doktor Ilmu Lingkungan ( PDIL) Universitas Soegijapranata,Semarang)



Buku ini diterbitkan oleh Penerbit OBOR sebanyak 1.000 eksemplar dan Dr.Rofinus Neto Wuli,M.SI ( HAN),DKK yang menjadi Editor sekaligus penanggungjawab.


Yang ingin memiliki buku ini, bisa hubungi pihak STIPER FB dengan harga terjangkau.

Ingin belajar dan Berwisata, Stiper FB kunjungi beberapa lokasi di Ngada

 

Stiper FB -  Dikelilingi dengan alam yang indah Bajawa kerap menjadi target bagi wisatawan yang ingin rehat sejenak dari penatnya rutinitas kerja. 

Berwisata di alam menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara di Bajawa. Di sektor pertanian, Bajawa unggul dengan berbagai agrowisatanya. Hanya saja,  belum dikemas secara baik agar bisa dijadikan alternatif lain untuk berwisata bagi para pelancong. Misalnya Kopi Arabika Flores Bajawa yang sudah mendunia dan memiliki beberapa titik strategis unit pengolahan hasil (UPH)  di kecamatan Bajawa,  Golewa dan Golewa Barat. Hingga saat ini, belum ada kemasan khusus yang membuat rantai kopi dari hulu sampai hilir menjadi target wisata bagi para penikmat kopi ataupun wisatawan yang ingin belajar. Tidak hanya itu,  berbagai tanaman hortikultura seperti Wortel, Tomat, Lombok, Kentang,  Sawi dan lainnya juga dihasilkan di tiga kecamatan yang disebutkan diatas.  Bahkan beberapa desa penghasil tanaman hortikultura tersebut ada yang sudah menetapkan dalam sebuah (perdes) untuk membatasi penggunaan obat kimia sehingga semua go organic. 



Sebagai kampus baru dan perlu belajar lebih banyak dari semua pihak,  civitas Akademika Stiper Flores Bajawa kunjungi beberapa lokasi untuk berwisata sambil belajar. 

Usai menanam Avocado di lahan Turekisa - Golewa Barat ( 08/12/2020), peserta meluncur ke kecamatan Golewa, tepatnya di dusun Wajamala desa Radabata. Tujuan utama mengunjungi Kelompok Tani Papa Wiu yang telah memiliki sertifikat Kopi Organik.  Berdiskusi sambil menyeruput kopi AFB,  banyak hal mengalir dalam tekad untuk menjadikan lembaga Stiper FB sebagai lembaga yang siap berjalan bersama para petani. 



Perjalanan melewati kebun -kebun petani yang telah ditumbuhi jahe,  sayur, tomat maupun lombok ini membuat hati berbangga bahwa tidak ada bedanya dengan kebun petani yang dipertontonkan di televisi. Disini,  di kabupaten Ngada itu ada. Ada kebun yang bisa jadi tempat wisata sekaligus belajar. Beberapa jam kemudian, peserta bergerak menuju kampung adat Bena. Kembali belajar tentang struktur rumah Adat, tenun pewarna alam dan kedekatan dengan alam yang sangat tinggi. 



Perjalanan dilanjutkan di desa Wawowae usai makan siang bersama.  Di desa Wawowae ini lebih tepatnga di UPH Fa Masa,  peserta di sambut dengan senyum hangat para pengurus juga suguhan kopi yang diracik oleh barista handal Fa Masa.  Hampir semua pengurus UPH jago meracik Kopi karena mereka sudah kemana mana untuk bertemu lintas pegiat kopi di Indonesia. 



UPH Famasa itu, UPH yang sudah senior dan mapan, juga memiliki kelompok besar dengan anggota 267 kk serta memiliki 10 kelompok budidaya. Di UPH ini lebih fokus untuk proses pengolahan kopi AFB basah dan kering juga bubuk dengan kemasan yang selalu menampilkan keaslian kopi AFB dan nama produknya tetap dgn Bajawa Coffee, sedangkan pihak lain sudah menampilkan nama atau mereknya masing-masing.



Perjalanan selanjutnya diakhiri di puncak Wolobobo untuk melihat sunset. Paket wisata sehari ini cukup memberi pengetahuan baru bagi para pengunjung baik lokal maupun mancanegara. 

Ketua Stiper Flores Bajawa Dr. Nicolaus Noywuli mengatakan bahwa paket wisata ini merupakan paket yang cocok untuk mendukung keberlangsungan para petani. 

" Stiper FB merupakan kampus baru yang akan selalu belajar dari pihak manapun termasuk para petani. Kami hadir untuk berdialog dengan mereka dan saling belajar dan bertukar pengetahuan. Mereka secara praktek bisa kami tiru dan kami secara teori bisa mereka tiru juga. Sehingga kedepannya nanti Stiper FB dan Para petani bisa saling bersinergi,"kata Nicolaus. 

Kedepannya nanti,  Stiper FB akan menentukan lokasi maupun kelompok tani yang bisa dijadikan ruang belajar bagi mahasiswa maupun wisatawan umum untuk bisa berwisata sambil belajar. 

Dikesempatan yang sama pula,  Dr. Hermanu dari Tim Tani Center Institut Pertanian Bogor mengatakan sangat bangga bisa mengunjungi Bajawa dan bisa bekerjasama dengan lembaga Stiper FB. Baginya Bajawa adalah Surga.  Banyak hal indah yang dilihatnya. Tanah yang subur dan keramahan masyarakat bisa menjadi daya tarik para wisatawan yang ingin belajar, "katanya. 

Turut mendampingi tour wisata tersebut dianatarnya ketua Yasukda Ngada Romo Sil Betu,  Romo Rony NetoWuli,  Sekretaris Stiper FB Romo Paul Azi,  Wakil Ketua I Gordius W. Tuga dan Wakil Ketua II Gerardus Reo. 



*******

Salam Hormat, 

UPT KID









STIPER FB gaungkan Avocado sebagai Buah Khas Bajawa

 Stiper Flores Bajawa lakukan penanaman perdana Avocado di lahan Turekisa kecamatan Golewa Barat ( Selasa, 08/12/2020).

Ketua Stiper FB Dr. Nicolaus Noywuli mengatakan bahwa penanaman Avocado di Lahan Turekisa oleh lembaga Stiper FB ini sebagai bagian dari upaya untuk mengembalikan buah Avocado sebagai buah khas Bajawa yang saat ini mulai punah. 

"Di Bajawa ini,  Avocado sudah mulai punah karena petani tidak membudidayakan dengan baik atau Avocado dibiarkan tumbuh secara alami di kebun kebun yang ada sehingga kualitas buahnya tidak terjamin, "katanya. 

Sehingga membudidayakan kembali Avocado ini sebagai bagian dari menggaungkan kembali kejayaan buah Avocado di Bajawa.

Sementara itu,  Dr. Hermanu dari Tani Center IPB mengatakan sangat apresiasi dengan penanaman ini namun kedepannya mesti dilakukan penelitian terhadap jenis Avocado yang cocok untuk daerah Bajawa. 

"Kedepannya nanti mesti ada penelitan khusus tentang Avocaro agar kita bisa tau jenis mana yang cocok untuk daerah Bajawa ini, "katanya. 


Pantauan,  semua civitas akademik Stipet FB melakukan penanaman secara serentak dengan bibit avocado sebanyak 200 anakan. 

Hadir dalam kesempatan tersebut,  ketua Yayasan Yasukda Ngada Rd. Sil Betu,  Rd. Rony Netowuli,  Wakil ketua I Gordius W. Tuga, Wakil ketua II Gerardus Reo,  Sekretaris Stiper FB Rd. Paul Azi, Tim Tani Center IPB Bogor dan seluruh Dosen serta karyawan. 








Stiper FB gelar Kuliah Umum Pendekatan Agroekologi dalam Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman ( OPT)

 Stiper FB gelar Kuliah Umum Pendekatan Agroekologi dalam Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman ( OPT) di aula Yasukda ( Senin 07/12/2020) 



Pemateri dalam kuliah tersebut yakni dari Tani Center LPPM IPB  diantara Dr. Ir. Hermanu Triwidodo, M. Sc dari Perguruan Tinggi Baru Memotong Lintasan ke Masa Depan.
Gecci Dwi Parsetyo, SP. KRKP, Perguruan Tinggi dan Masyarakat Menegakkan Kedaulatan Pangan. Dan Lisa Bela Fitriani, SP 
Tani Center IPB University Melayani Petani, Membangun Desa dan Mengabdi Pertiwi. 

Dalam sambutannya Ketua Stiper FB Dr. Nicolaus Noywuli mengatakan saat ini Stiper FB  sedang mengelola lahan seluas 15 hektar yakni menanam jagung je is Lamuru yang merupakan program TJPS, bekerjasama dengan dinas Pertanian Propinsi NTT.
Untuk itu diharapkan dalam kerjasama ini IPB menjadi mentor untuk Stiper FB kedepannya. Dan kehadiran tim Tani Center ini diharapkan memberi pengetahuan baru bagi para dosen juga PPL di seluruh kabupaten Ngada. 

Sementara itu,  Bupati Ngada Drs.  Paulus Soli Woa dalam sambutannya sekaligus membuka acara dengan resmi mengatakan bahwa 80 persen masyarakat Ngada itu tinggal di desa dan bermata pencaharian sebagai Petani. Bila ditelusuri lebih jauh para petani tersebut masih masuk dalam kategori petani tradisional. Oleh karena itu pemerintah maupun stakeholder lainnya tidak ada  pilihan lain yakni  harus mendorong potensi yang dimiliki yakni di sektor Pertanian dan Pariwisata.  
"Saya sungguh percaya kalau Ngada akan lebih maju bila sektor pertanian dan Pariwisata harus di dorong lebih maju,"katanya. 
 Beliau juga berharap kedepannya lulusan Stiper FB dijadikan kelompok-kelompok pemberdayaan.
Turut hadir dalam kuliah umum tersebut, Para Penyuluh Pertanian Sekabupaten Ngada,  para dosen dan Karyawan Stiper Flores Bajawa. 





Mahasiswa Prodi Agroteknologi Stiper FB kunjungi Korban rumah terbakar di Were

 Kelompok Mahasiswa Agroteknologi STIPER FB kunjungi korban rumah terbakar di desa Were IV kecamatan Golewa ( Selasa 01/12/2020). 



Ketua Kelas Program Studi Agroteknologi Mario Geraldo Alexandro Doy Siu mengatakan kunjungan ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan teman-teman mahasiswa  yang lain dan baru hari ini bisa mengunjungi korban kebakaran. 
"Kunjungan yang kami lakukan ini setelah berkoordinasi dengan seluruh mahasiswa dan kami bergerak untuk mengumpulkan donasi semampu yang kami miliki, "kata Mario. 

Dia juga mengatakan bahwa salah satu korban rumah terbakar yang ada di dusun Mala Mude ini juga merupakan mahasiswa Agroteknologi Stiper FB. Mario juga berharap bahwa dengan adanya musibah ini, Maria Kristina tetap semangat untuk melanjutkan kuliah. 

"Kami sungguh sedih mendengar kabar bahwa pada tanggal 25 November lalu, rumah milik teman kami atas Maria Kristina Lena terbakar habis dan baru hari ini berkesempatan untuk datang kunjung, "katanya. 
Sementara itu secara terpisaha Sekretaris Stiper FB, romo Paul Azi memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa program studi Agroteknologi yang sudah berinisiatif untuk bergerak mengumpulkan donasi dan datang mengunjungi keluarga korban. 


"kami sungguh memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa agroteknologi dan dukungan dari para dosen sehingga bisa berkesempatan mengunjungi keluarga korban",katanya.